Artikel ini saya kutip dari sebuah majalah favorit saya RIPPLE Mag.
Berisikan tentang kebebasan,gender,dan takdir.
enjoy it.
HABIS GELAP TERTIBLAH TERANG, ENTAH KAPAN...Berisikan tentang kebebasan,gender,dan takdir.
enjoy it.
words:unfamous awake
Nama saya Gadis,saya ingin menjadi laki-laki.
Menjadi perempuan itu membosankan,gender kelas dua.saya ingin menjadi laki-laki dengan segala kenomorsatuannya.
Saya ingin menjadi laki-laki karena mereka mempunyai kebebasan yang lebih daripada perempuan. Seorang filsuf mengatakan bahwa manusia memiliki kehendak bebas,saya ingin bebas merokok dimana saja ,kapan saja,tanpa harus dibilang perempuan murahan atau semacamnya. Saya ingin bebas untuk pulang larut malam,atau bahkan tidak pulang selama beberapa hari,seperti teman-teman saya yang keluar masuk kamar saya saat tengah malam sekalipun,tanpa beban,tanpa dikhawatirkan keluarganya,karena mereka laki-laki. Paling-paling mereka hanya takut digunjingkan tetangga. Ah,sebenarnya itu tidak masalah karena mereka akan dianggap teman kakak saya,sebagaimana teman-teman perempuan kakak yang disuruhnya untuk mengaku sebagai teman saya. Kakak saya memang pintar,dia laki-laki.
Laki-laki itu pintar,efektifitas kerja otak mereka mengagumkan. Laki-laki pintar berkelit! Berkelit itu hal yang mengagumkan,apalagi ketika kita menghadapi masalah yang sulit. Berkelit menurut saya membutuhkan kepintaran yang luar biasa. Coba bandingkan dengan perempuan ketika dalam keadaan tersudut,hal terakhir yang dapat kami lakukan hanya menangis! Bukankah akan sangat menyenangkan jika kita pintar berkelit,rasa-rasanya masalah apapun dapat kita lewati hanya dengan berkata-kata manis dan akal bulus. Saya ingin menjadi laki-laki yang pintar berkelit.
Laki-laki pintar memuaskan kami ditempat tidur. Itu penting karena kami pun sebenarnya mengejar kepuasan,bukan hanya sebagai objek saja seperti image yang selama ini melekat di diri kami. Laki-laki tau tentang beragam gaya dan tehnik bercinta yang dahsyat. Lagi-lagi karena mereka bebas,bebas untuk membeli beragam referensi tentang bagaimana bertingkah laku ditempat tidur. Coba kamu lihat disekeliling kamu,sekarang ini banyak sekali yang dapat dibaca/didengar/ditonton oleh laki-laki untuk menjadi seorang pejantan yang berkualitas,ehm..khususnya ditempat tidur. Sedangkan kami hanya sibuk untuk menjadi seperti apa yang ditulis di majalah-majalah mode dan gaya hidup khusus perempuan,menjadi cantik dan anggun,tepat seperti apa yang diinginkan para laki-laki. Menunggu mereka mempraktekan pengetahuan mereka yang luas tentang seks.
Kebebasan adalah motivasi paling besar saya untuk menjadi laki-laki. Perempuan dengan penampilan dan kelakuan urakan akan dipandang sebagai hal yang tidak wajar,atau yang lebih parah memalukan dan tercela. Tapi seorang laki-laki,penampilan seperti itu adalah fashion,attitude,dan kami menganggapnya keren. Terlalu banyak aturan yang menjadi batasan atas apa yang harus kami pakai dan kami lakukan.
Saya adalah headbangers sejati,namun untuk menjadi personil band metal hampir tidak memungkinkan bagi saya yang terlahir sebagai perempuan. Saya ingin seperti para personil band-band metal yang dengan gagahnya bertelanjang dada diatas panggung,meneriakan provokasi dengan kata-kata kasar yang anehnya justru mengagumkan. Sedangkan kami hanya diijinkan untuk tampil manis di atas panggung sekedar membawakan musik pop atau alternatif yang tidak terlalu keras. Tidak adil ketika laki-laki boleh merambah semua jalur musik yang ada,tapi kami perempuan dikotakkan kepada jenis musik tertentu. Saya ingin berteriak keras-keras,bertelanjang dada lalu membantingkan gitar saya ke lantai panggung! Ah,pasti menyenangkan! Tapi sudah lupakan saja,saya bukan laki-laki.
Saya bosan menjadi perempuan. Saya ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi seseorang yang bebas memilih cintanya. Saya bosan menunggu para lelaki itu menyatakan cintanya,meskipun seringkali mereka tidak memberikan saya cinta,mereka hanya ingin tubuh saya. Perempuan akan dihakikimi seorang yang tidak berperasaan ketika menolak cinta seseorang yang biasa saja dan memilih laki-laki yang kebetulan mapan secara materi atau tampan secara fisik. Seorang perempuan juga akan dianggap perempuan gampangan ketika mencoba menyatakan cinta kepada seorang laki-laki yang benar-benar disukainya. Lagi-lagi kebebasan yang kami dapat tidak setara apa yang laki-laki dapatkan.
Saya ingin menjadi laki-laki yang bisa sebebas-bebasnya menyalurkan emosi. Saya ingin berkelahi saat amarah sudah tidak tertahankan lagi. Memukul,menendang,mengamuk hingga wajah lebam dan darah mengucur. Puas dan lega. Tapi itu tidak bisa saya lakukan karena saya akan dianggap perempuan liar. saya lelah hanya mampu menangis tanpa bisa menyelesaikan masalah.
Saya capek berpanjang lebar karena pada akhirnya saya hanya akan dianggap feminis. Saya capek mendengar kata diskriminasi dan emansipasi. Untuk apa semua itu kalau akhirnya saya tetaplah seorang perempuan,si gender nomor dua. Saya bukanya tidak mensyukuri keberadaan saya sebagai seorang perempuan,saya hanya bosan diperlakukan tidak adil karena saya seorang perempuan yang jauh dari kesetaraan.
1 comments:
I'am a women..
and i LOVE being ME !!!
Posting Komentar