Sabtu, 10 Januari 2009

Industri musik indonesia kini..

Kita hidup dinegara yang salah! Mengutip dari kata-kata seorang personil salah satu band indie ternama yang namanya saya lupa..
Negara yang membelakangi kreatifitas tinggi,originalitas dan tentu saja idealisme. Negara ini lebih menyukai dan mengedepankan penampilan yang dipaksakan,karya yang asal-asalan,poser,dan yang paling hangat adalah budaya melayu.haha..
Saya suka membayangkan bagaimana susahnya sebuah band indie yang bagus merilis albumnya,yang untuk me-record lagunya saja dananya pas-pasan. Dibandingkan dengan ST12 yang sialnya mudah sekali mendapatkan uang!

Disini kita bicara idealisme. Kenapa rata-rata seorang idealis itu miskin?hm,menurut saya mereka yang menghasilkan karya-karya yang bagus luar biasa hanya di apresiasi sedikit oleh para label,konsumen dan sebagainya.Sehingga kebanyakan dari mereka tidak bisa menyalurkan karya-karya mereka ke pada publik.Dan karya-karya mereka hanya dikonsumsi pribadi atau dikalanganya sendiri. Mereka juga tak munafik,mereka butuh uang untuk membuat karya-karya tersebut menjadi karya yang bagus.

Seorang pintar pernah mengatakan..'banyak hal yang tak bisa dibeli dengan uang!'
haha..itu perkataan seorang yang kalah menurut saya.
Heii..ini tahun 2009,apa hal yang tak bisa dibeli dengan uang? cinta? kepercayaan? hmm,saya yakin nantipun pasti akhirnya akan melibatkan uang! Begitu juga dengan mereka kawan. Mereka juga butuh support dari kalian-kalian.

Oke sekarang kita bandingkan The S.I.G.I.T dan ST12..
ehm,sebelumnya maaf,saya hanya membandingkan band yang saya suka,dengan band yang saya belum suka.hmm.tak akan pernah sepertinya..haha..
Mereka sama-sama band dari bandung!
Tapi The S.I.G.I.T tidak lupa apa itu idealisme,cita rasa tingkat tinggi,dan tau bagaimana zep rock nya dapat menghentak-hentakkan kaki-kaki kalian dan ber-sing a long. Mereka tidak peduli dengan label yang meminta mereka membuat lagu dengan lirik bahasa Indonesia,agar lebih mudah masuk pasar. Tapi seorang Rekti berujar 'saya tdk akan membuat lagu yang tidak saya suka dan kuasai' Itu idealisme kawan!
St 12 dengan melayu kemayu nya.haah.sangat menyedihkan. PUSPA yang artinya putuskan saja pacarmu..akh.kedengaran sangat cengeng. Kenapa gak bunuh diri aja? Bunuh juga pacarnya sekalian! Tapi mereka mudah sekali masuk pasar,dan mendapatkan keuntungan besar.
Ironis,kita benar-benar hidup dinegara yang salah!

Ini bukan tentang siapa yang salah. Tapi masyarakat di Indonesia masih banyak yang buta sesuatu hal yang keren! Karena band-band mainsteram mudah mendapatkan apresiasi dari masyarakat, jadilah masyarakat kita terbodohi dengan suksesnya.

Saya pun masih lebih suka melihat anak pun street beserta atributnya yang hidup dijalanan, daripada pemuja MTV sekarang yang mengidolakan bam's Samson.
(sekali lagi,perbandingan ini juga hanya suka-suka saya)
kenapa? Karena mereka anak-anak Punk Street punya idealisme mereka sendiri. Masih dengan slogan kuno nya DIY. Mereka berpakaian ala mereka sendiri,menyablon kaos mereka sendiri,aksesoris,menciptakan lagu,dan semua mereka lakukan sendiri!
DO IT YOURSELF! seperti itulah katanya!
Untuk pecinta MTV saya tidak bahas karena terlihat menyedihkan, mereka sering melihat video clip samson sambil berurai air mata. Dan juga sambil memanggil-manggil sebuah nama..bam's!

Maaf jika tulisan ini menyinggung kalian-kalian yang membacanya.
Karena disini saya pun bukan pemusik. Saya hanya jatuh cinta pada musik. Musik yang bagus tentunya. Dan juga bila tulisan ini jelek,atau norak menurut kalian,maaf juga,saya bukan penulis terkenal,saya hanya seorang amatir yang ingin menuangkan isi kepala saya ke dalam tulisan.

Support terus band-band indie lokal di kota kalian se Indonesia,dan lupakanlah waktu untuk menghafal lagu PUSPA ST12.shit.
Cheers*

1 comments:

Papalasix Edelweis mengatakan...

okleah boii,,,

mari kita lupakan band2 yang sering nongol di MTV n di dahsyat mulai sekarang!!!!

huahahahahaha,,,,,,