haah.saya sudah terlalu lelah mendengar apa yang dikatakan oleh keluarga,sahabat,teman nonkrong,teman komplek,teman facebook,teman kenal gitu doank,sampai asisten rumah tangga saya,mereka selalu bertanya 'kapan mau kerja?' 'ude cukur rambut,cari gawe sono' 'kapan lagi men elo kerja?umur tambah tua bro' 'betah lo jadi pengagguran?' dan pertanyaan2 lain yang berbeda model,tapi intinya sama.
haha.saya hanya tersenyum miris menjawab 'iya,nanti'. Dan sewaktu saya mengeluh pun saya selau bosan mendengar kata nasehat seperti 'usaha donk!' 'sabar!' 'solat makanya!' ikhtiar!' 'minta sama yang diatas!' hanya itu.
pikiran saya 'kenapa si? ga lo kasi kerjaan aja langsung buat gua!' haha,pastinya itu ga pernah mungkin terjadi,karena entah kenapa saya enggan sekali untuk 'memulai'.
bukan karena apa-apa.saya pikir negara ini sudah bobrok,dengan sistem yang diterapkan perusahaan yang hanya menguntungkan perusahaan,bukan pegawai.memang tidak semuanya begitu,tapi pasti anda tau bahwa cari kerja jaman sekarang itu sulit!,belum lagi harus ada nepotisme,channel,orang dalem,dsb,bla..bla. dan yang lebih parahnya lagi,perusahaan asing berdiri dengan gagahnya dinegara kita,dengan pegawai,kacung,OB,supir dan jabatan rendah lainya berisikan nama2 indonesia.
heii,mereka bangga untuk siapa?kenapa gak nama-nama indonesia saja yang menjadi pemilik perusahaan tersebut,dan mungkin kalupun bisa memperkerjakan bangsa sendiri untuk jabatan2 tinggi,dan warga asing seperti malingsia,atau ci*a sebagai pegawai rendahan.
intinya,untuk sekarang ini,saya tak sudi bekerja untuk negara lain,dan perusahaan asing!
haha.tulisan diatas terkesan seperti seorang putus asa yang memfitnah nasib,hidup,dan tentunya perusahaan asing.tapi pikiran tolol itu menambah keyakinan saya untuk menunggu peluang usaha sendiri (info : ayah saya mau buka studio foto,tapi setelah beliau pensiun,dan mendapatkan modal) jika begitu saya tak perlu meresahkan apa2,karena saya usaha dari dan untuk saya pribadi.
saya bukan tanpa usaha.susah payah saya menyelesaikan kuliah,yang akhirnya saya tau ilmu yang saya dapat disana sedikit,karena seperti tipikal mahasiswa malas lainnya,saya tidak memperdulikan nilai,yang penting lulus!
setelah saya lulus pun semangat saya mencari,memulai,masih ada,setelah beberapa kali interview,(YA!HANYA INTERVIEW!!) setelahnya saya bosan mendengar 'oke mas,nanti dikabarin via telvon yah!' dan selanjutnya hingga saya lupa!
apakah ada yang salah dengan interview saya?perasaan yang ditanyain itu2 aja,sampe hafal kalo ditanya visi hidup,latar belakang keluarga,perhitungan gaji,bla..bla..mthrfckr.
dan selebihnya saya menikmati hidup saya yang sekarang,tidur pagi,insomnia,bangun siang,sarapan,tidur siang,ngelayap,maen futsal,ngkrng malem,pulang pagi,begitulah.
syukur kepada Allah SWT saya diberikan kehidupan berkecukupan.
haha.saya hanya tersenyum miris menjawab 'iya,nanti'. Dan sewaktu saya mengeluh pun saya selau bosan mendengar kata nasehat seperti 'usaha donk!' 'sabar!' 'solat makanya!' ikhtiar!' 'minta sama yang diatas!' hanya itu.
pikiran saya 'kenapa si? ga lo kasi kerjaan aja langsung buat gua!' haha,pastinya itu ga pernah mungkin terjadi,karena entah kenapa saya enggan sekali untuk 'memulai'.
bukan karena apa-apa.saya pikir negara ini sudah bobrok,dengan sistem yang diterapkan perusahaan yang hanya menguntungkan perusahaan,bukan pegawai.memang tidak semuanya begitu,tapi pasti anda tau bahwa cari kerja jaman sekarang itu sulit!,belum lagi harus ada nepotisme,channel,orang dalem,dsb,bla..bla. dan yang lebih parahnya lagi,perusahaan asing berdiri dengan gagahnya dinegara kita,dengan pegawai,kacung,OB,supir dan jabatan rendah lainya berisikan nama2 indonesia.
heii,mereka bangga untuk siapa?kenapa gak nama-nama indonesia saja yang menjadi pemilik perusahaan tersebut,dan mungkin kalupun bisa memperkerjakan bangsa sendiri untuk jabatan2 tinggi,dan warga asing seperti malingsia,atau ci*a sebagai pegawai rendahan.
intinya,untuk sekarang ini,saya tak sudi bekerja untuk negara lain,dan perusahaan asing!
haha.tulisan diatas terkesan seperti seorang putus asa yang memfitnah nasib,hidup,dan tentunya perusahaan asing.tapi pikiran tolol itu menambah keyakinan saya untuk menunggu peluang usaha sendiri (info : ayah saya mau buka studio foto,tapi setelah beliau pensiun,dan mendapatkan modal) jika begitu saya tak perlu meresahkan apa2,karena saya usaha dari dan untuk saya pribadi.
saya bukan tanpa usaha.susah payah saya menyelesaikan kuliah,yang akhirnya saya tau ilmu yang saya dapat disana sedikit,karena seperti tipikal mahasiswa malas lainnya,saya tidak memperdulikan nilai,yang penting lulus!
setelah saya lulus pun semangat saya mencari,memulai,masih ada,setelah beberapa kali interview,(YA!HANYA INTERVIEW!!) setelahnya saya bosan mendengar 'oke mas,nanti dikabarin via telvon yah!' dan selanjutnya hingga saya lupa!
apakah ada yang salah dengan interview saya?perasaan yang ditanyain itu2 aja,sampe hafal kalo ditanya visi hidup,latar belakang keluarga,perhitungan gaji,bla..bla..mthrfckr.
dan selebihnya saya menikmati hidup saya yang sekarang,tidur pagi,insomnia,bangun siang,sarapan,tidur siang,ngelayap,maen futsal,ngkrng malem,pulang pagi,begitulah.
syukur kepada Allah SWT saya diberikan kehidupan berkecukupan.